"Hidup laah Indonee ... sia Rayaaa ... 1 ... 2 ... 3." Tangan yang mulai kaku mengayunkan lagu berirama ketukan 4/4, saat memimpin lagu wajib ciptaan WR. Supratman. Memang sudah jarang lagu ini aku dengar, bahkan tak pernah lagi kunyanyikan. Meski terkesan kaku dan suara yang sedikit serak, 11 peserta kader Telapak terlihat begitu khusyu’ menyanyikannya.

Sikit berbeda dengan pertemuan kelompok atau kegiatan diskusi lainnya. Biasanya para peserta punya kebiasaaan yang hilir-mudik, meninggalkan ruangan dan tidak kembali lagi. Namun hal tersebut tidak terlihat pada acara pendidikan kader Telapak ... kecuali bila ijin buang air atau keluar saat break. Suara tegas dari Oom Khusnul diawali pembukaan mengkondisikan semua peserta untuk fokus dan dipastikan ikut terlibat hingga akhir acara. Di sela materi yang serius, sesekali masih terdengar canda-tawa peserta memecah keheningan dari setiap sessi materi yang diselingi dengan pertanyaan kritis dari perserta. “Peserta cukup dinamis!" kata Oom Khusnul dengan yakin.



Materi pelatihan menjadi makin menarik perhatian peserta ketika Presiden Telapak menyampaikan kata-kata perubahan, paradigma dan perilaku negara terhadap sumberdaya hutan dan kegiatan illegal logging. Apa saja upaya Telapak lewat kampanye-kampanye yang dilakukan. Peserta sedikit terperangah mendengar cerita itu, karena ada beberapa dari mereka yang pernah melakukan kegiatan pembalakan liar pada masa itu. Cerita menjadi semakin kuat dan menarik perhatian peserta, ketika dijelaskan soal sayap politik dan ekonomi serta budaya yang menjadi bagian agenda Telapak. “Hal ini jarang sekali dijumpai pada organisasi lain”, begitu pendapat beberapa peserta. Mereka cukup tertantang untuk ikut berjuang bersama Telapak.

Di ujung acara, Oom Dickson (Ketua BT Sumbangsel) menyampaikan surat perintah umum anggota. Ada tugas khusus bagi anggota Telapak dan ada referensi tentang bagaimana anggota Telapak bekerja. Kesebelas orang kader akhirnya mendapat penugasan sampai 5 bulan ke depan.

Dan ... lagi–lagi tangan kaku ini harus memimpin lagu Padamu Negri sebagai tanda ditutupnya acara pendidikan kaderisasi yang bertempat di Kampung Pekandangan, Lampung Tengah. Semoga para Kader Telapak dapat mengaktulaisasikan diri sesuai dengan tugas yang diberikan. Selamat bekerja. Semoga bertemu di Mubes Telapak tahun depan!

ditulis oleh M. Sidik
Lampung, 14-15 April 2009